Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas IV SDN 1 Parakannyasag

Oleh : Otih Sumartini, S.Pd. (Guru Kelas IV SDN 1 Parakannyasag Kota Tasikmalaya)

Kurikulum merdeka dengan segala keunikannya memberikan pemahaman kepada saya bahwa tugas guru dalam mengelola pembelajaran harus benar-benar professional. Saya dituntut harus mampu menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik dan menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan serta bermanfaat bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan masa sekarang dan yang akan datang. Analisis saya terkait kurikulum merdeka mencakup beberapa aspek penting mulai dari konsep kurikulum yang lebih sederhana dan mendalam karena lebih fokus pada materi esensial serta bebrbasis kebutuhan peserta didik sesuai fase perkembangannya.

Read More

Selain itu kurikulum merdeka juga memberikan kebebasan kepada guru untuk menciptakan pembelajaran sesuai minat dan bakat peserta didik sekaligus memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam pembelajaran. Bisa dikatakan bahwa kurikulum merdeka lebih relevan dan interaktif. Hal lain yang menjadi perhatian saya, kurikulum merdeka menciptakan pembelajaran berdiferensiasi. Karena pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi setempat dan minat serta bakat peserta didik.

Berbicara mengenai pembelajaran diferensiasi tentu saja menggelitik pemikiran saya yang beranggapan bahwa saya sebagai seorang guru harus seperti wonderwoman yang senantiasa siap memfasilitasi masing-masing peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Tentu saja itu sulit dilaksanakan. Pemahaman keliru tersebut terbantahkan ketika saya mencoba mempelajarai lebih dalam mengenai pembelajaran berdifersensiasi. Menurut Tomlinson (2001:45), “Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik”. Pembelajaran berdiferensiasi lebih menekanakan adanya serangkaian keputusan masuk akal yang diciptakan oleh guru dan beroientasi pada kebutuhan peserta didik. Untuk menciptakan pembelajaran berdiferensiasi ada beberapa hal yang perlu menjadi kajian kita sebagai seorang guru, mulai dari merumuskan tujuan pembelajaran yang terdefinisi dengan jelas dalam kurikulum sekolah. Kemudian guru harus senantiasa merespon dan menanggapai kebutuhan belajar peserta didiknya. Guru juga harus mampu menciptakan manajemen kelas yang efektif dan yang paling penting penilaian pembelajaran harus dilakukan secara berkelanjutan.

Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas IV SDN 1 Parakannyasag meliputi hal-hal sebagau berukut :

  1. Melakukan identifikasi guna memetakan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan kesiapan belajarnya. Hal ini saya lakukan dengan mengidentifikasi kesiapan belajar peserta didik kelas IV SDN 1 Parakannyasag melalui observasi awal dan penilaian diagnostik kemudian hasilnya dikelompokan berdasarakan hasil penialaian diagnostik tersebut.
  2. Melakukan identifikasi guna memetakan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan minat. Hal ini saya coba lakukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi pokok mengungkapkan perasaan secara lisan dan tulisan. Saya memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengungkapkan perasaan tersebut berdasarkan keinginanya bisa dalam bentuk narasi, puisi, gambar, nyanyian dst.
  3. Melakukan identifikasi guna memetakan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan gaya belajarnya. Dalam hal ini saya mengobservasi peserta didik ketika sedang belajar dan memetakan gaya belajarnya ke dalam beberapa gaya. Ada yang cendeung audio, visual, audio visual maupun kinestetik. Saya merancang pembelajaran yang dapat mengakomodir gaya belajar peserta didik tersebut.

Pembelajaran berdiferensiasi yang saya terapkan di kelas IV SDN 1 Parakannyasag lebih ke penyiapan kondisi belajar yang berpihak kepada masing-masing peserta didik berdasarkan analisis sebelumnya, jadi pengelolaan pembelajaran lebih bersifat fleksibel dan tidak kaku. Hal ini memberikan dampak positif terhadap sikap dan minat peserta didik ketika belajar, mereka terlihat antusias dan tidak merasa tertekan.***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *