Kota Tasikmalaya – Gemamitra.com | Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bungursari, H. Hendra, S.Ag., secara resmi menerima enam mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya yang akan melaksanakan Praktik Profesi Lapangan (PPL), Senin (7/7/2025).
Keenam mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) semester 6, baik dari kelas reguler maupun non-reguler. Mereka adalah Hendrizal, Tatang Rudiana, dan Yoga Gintara Dwi P. dari kelas reguler, serta Fitriyani, Rahma Nurul Fauziah, dan Siti Asmauroya dari kelas non-reguler. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum akademik yang bertujuan memberikan pengalaman langsung di lapangan, khususnya dalam pelayanan keagamaan dan administrasi perkantoran.
Dalam sambutannya, H. Hendra menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus atas kepercayaan yang diberikan kepada KUA Bungursari sebagai lokasi pelaksanaan PPL.
Ia berharap kehadiran para mahasiswa tidak hanya bermanfaat bagi mereka secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan di KUA.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik langsung di bidang pelayanan keagamaan. Semoga adik-adik mahasiswa dapat memanfaatkan waktu praktik ini sebaik-baiknya dan ikut berkontribusi positif,” ujarnya.
Para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari pelayanan administrasi pernikahan, pencatatan wakaf, bimbingan perkawinan, hingga observasi terhadap proses penyelesaian perkara keagamaan yang menjadi kewenangan KUA.
Penempatan dan pemantauan kegiatan mahasiswa PPL ini dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Cecep Saepul Milah, S.Pd.I., M.H., yang akan menyerahkan Surat Keputusan (SK) penempatan kepada pihak KUA.
Dalam kesempatan yang sama, H. Hendra juga menyoroti tren penurunan jumlah pernikahan yang tercatat di KUA Bungursari dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, perubahan gaya pernikahan modern seperti keinginan menikah di gedung dengan biaya besar menjadi salah satu faktor penyebabnya.
“Tahun kemarin tercatat sekitar 400 pasangan yang menikah, menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 500 hingga 600 pasangan per tahun. Namun, di tahun ini khususnya bulan Juni, mulai terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Pihak KUA Bungursari berharap keberadaan mahasiswa PPL dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas layanan serta pemahaman masyarakat terkait urusan keagamaan. (Pakesit)***


















