Masa Pandemi Corona-19, DKM Miftahul Falah Tetap Menggelontorkan Program Ramadan

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gemamitra.com
DKM Miftahul Falah yang berlokasi di lingkungan RW 010 Kelurahan/Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya tetap menggelontorkan program Ramadan di kala masa Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid+19) ini.

Program Ramadan yang terus menggelontor ini tiada lain sebagai bentuk tanggung jawab moral “pelayan masyarakat” yang harus siap sedia melayani keperluan dan kebutuhan masyarakat dalam hal peribadahan. Tentunya dengan tetap mengindahkan kebijakan dan anjuran baik pemerintah pusat, daerah ataupun lembaga keagamaan dalam hal ini adalah MUI.

Dalam bentuk kehati-hatian DKM ketika menggelontorkan berbagai program pun dengan meminta pandangan dari berbagai kalangan, baik itu aparat pemerintahan setempat mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat ataupun MUI di wilayah kecamatan setempat.

Program yang semisal tarawih masih tetap berjalan pun demikian dengan pesantren Ramadan. Meskipun tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada dengan menerapkan dan menjaga eksistensi protokol kesehatan.

Semisal ketika pelaksanaan tarawihan, setiap jamaah sebelum memasuki mesjid harus mencuci tangan dan kaki dengan memakai sabun yang sudah dipersiapkan oleh pengurus ataupun panitia mesjid, dipintu mesjid sudah ada askar (penjaga mesjid) yang siap mengamankan aturan untuk dijalankan oleh setiap jamaah, jamaah di wajibkan memakai masker dan jamaah yang dirasa kurang sehat di anjurkan untuk beribadah di rumahnya masing-masing.

Tidak itu saja, pelaksanaan pesantren Ramadan pun sama halnya seperti terawih tetap dilaksanakan yang tetap menyesuaikan dengan situasi yang sedang terjadi.

Ketidak eleganan jika dengan adanya wabah ini, seolah dibuat mati konyol atau melumpuhkan seluruh aktivitas sendi kehidupan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa hidup teruslah bergerak dan tidak pernah terhenti sedetikpun. Meski dalam situasi pandemi Corona-19, maka idealnya kita sebagai makhluk yang berakal terus meghidupkan dan menyemarakan ranah keimanan dan ketaqwaan dengan mendekatkan diri terhadap sang maha Raja virus yaitu Allah SWT, menambah dan memperbaharui keilmuan, mengembangkan kreativitas dan potensi dalam diri untuk terus bergerak membangun kehidupan yang lebih bermakna dengan tetap menjalankan anjuran dari pemerintah melalui optimalisasi protokol kesehatan.

Kegiatan Pesantren Ramadan DKM Miiftahul Falah pada Ramadan 1441 H ini mengambil Tema Pesantren Ramadan Di Rumah saja, Semarak Keimanan Tidak Boleh Mati. Pelaksanaan kegiatan di mulai pada tanggal 26 April 2020 s.d. 18 Mei 2020. Tempat di rumah saja (rumah masing-masing peserta pesantren ramadan). Pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan 1441 H ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Deskripsi Kegiatan :
Pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan 1441 H dilaksanakan di rumah masing-masing peserta saja. ditemani oleh buku panduan yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

Pembelajarannya itu sendiri menggunakan model penugasan dan semi moda dalam jaringan secara sederhana. Buku panduan itu sendiri sengaja dibuat untuk memandu peserta mengisi kegiatan ramadan sehari penuh. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Dalam buku panduan tersebut terdapat bebrapa hal, di anataranya:

  1. pembelajaran yang termasuk ke dalam 5 unsur pokok, yaitu: (Tauhid) Keimanan, (Fiqih) Ibadah, Al-Qur’an, Akidah Akhlak, Tarikh.
  2. Penjadwalan (Bangun Tidur, Rutinitas Pagi, Pembiasaan, Waktu Akademik, Istirahat, keagamaan Berbasis Diniyah, Pengmbangan Diri atau Kegiatan yang produktif dan Rekreatif, Keagamaan, Waktu Bersama Keluarga)
  3. Jurnal Ramadan
  4. Lembar Kerja (LK)
  5. lampiran Semuanya saling terintegrasi sehingga sangat memudahkan seluruh peserta dalam memlaksanakan kegiatan sehari-hari. Bagaimana peserta membuat targetan harian yang di isi di memo. Mulai dari hapalan apa yang harus dikerjakan peserta, targetan tadarus dari mana sampai mana, hal baik apa yang sudah dilaksanakan, sholat wajib dan sunat mana yang dikerjakan, bagaimana peserta dan orang tua membuat kegiatan yang produktif dan rekreatif di rumah, dan semuanya terdeskripsikan dalam sebuah catatan khusus yang sudah disediakan. Yang pastinya semua akan di dampingi, terpantau, dan di evaluasi dengan para tutor.

Ibud

No Responses

  1. Anonim

Leave a Reply