Tasikmalaya – Gemamitra.com | Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman Masjid Jami Al-Huda, RW 002 Sambong, Kelurahan Mangkubumi, Kecamatan Mangkubumi, saat Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Al-Huda menggelar acara pelepasan santri kelas VI, Kamis malam (30/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB tersebut menjadi momentum istimewa untuk melepas para santri yang telah menyelesaikan pendidikan diniyah, sekaligus sebagai ajang mempererat silaturahmi antara guru, orang tua, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua RW 002 Sambong, Ketua DKM Al-Huda, Ketua Karang Taruna, para ustadz dan ustadzah, jajaran pengurus madrasah, seluruh santri, serta orang tua murid. Acara dipandu oleh Ustadzah Hj. Rina Mulyani dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta prosesi pengalungan medali kepada para santri yang lulus.
Dalam prakata mewakili dewan guru, wali kelas VI, Ustadz Nurul Falah, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua apabila selama proses pembelajaran masih terdapat kekurangan. Ia berharap ilmu agama yang telah diperoleh para santri menjadi bekal yang bermanfaat, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.
“Perpisahan ini bukanlah akhir dari proses belajar. Justru ini adalah awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di sekolah formal maupun di pondok pesantren,” pesannya kepada para santri.
Sementara itu, Kepala MDTU Al-Huda, H. Ijang Muhtaman, mengungkapkan bahwa pelaksanaan imtihan dan pelepasan tahun ini diwarnai dua perasaan yang berbeda, yakni kesedihan dan kebahagiaan.
Menurutnya, rasa duka masih menyelimuti keluarga besar madrasah atas wafatnya salah seorang guru, almarhum Ustadz Risman. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan rasa syukur karena salah seorang guru MDTU Al-Huda tahun ini mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
“Imtihan bukan hanya menjadi ujian bagi anak-anak dalam menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi ujian bagi para orang tua yang telah berjuang memberikan dukungan, termasuk dari sisi materi, demi pendidikan putra-putrinya,” ujarnya.
Pada tahun ajaran ini, MDTU Al-Huda melepas sebanyak 15 santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Mereka terdiri atas delapan santri laki-laki dan tujuh santri perempuan.
Mewakili orang tua santri, Syamsul Bahri menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh ustadz dan ustadzah yang telah membimbing serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.
Ia berharap ilmu yang telah diberikan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami sebagai orang tua hanya dapat mendoakan semoga seluruh ustadz dan ustadzah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan usia, kelapangan rezeki, dan segala pengabdiannya menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Tangis haru, doa, serta harapan mengiringi langkah para santri yang kini bersiap melanjutkan perjalanan menuntut ilmu, dengan bekal pendidikan agama yang telah mereka peroleh di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Al-Huda Sambong.**


















