Gema Mitra – Kota Tasik
Bertempat di gedung belakang RSU Dr. Soekardjo, Walikota Tasikmalaya lakukan pemantauan langsung pembangunan gedung untuk kelas 1/ VIP dengan tinggi 5 lantai dan berkapasitas untuk 200 orang pasien, Selasa, 13/8/19. Pembangunan yang anggaran sebesar 63 Milyar dan murni bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat ini, target selesai pada 27 Desember 2019. Namun Walikota menginginkan pembangunan tersebut selesai lebih cepat yakni menjadi tanggal 15 Desember 2019. Kini pembangunan tersebut sudah memasukki tahap 17,42%.

Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman mengungkapkan bahwa pembangunan tersebut merupakan pembangunan terbesar di Kota Tasikmalaya untuk tahun ini.
“Ini adalah pembangunan yang paling besar di Kota Tasik Tahun ini, Nilai kontraknya kurang lebih 56 Milyar dan sesuai SPK ini selesai tanggal 27 Desember pembangunannya,” terangnya.

“Saya berharap ini bisa ada percepatan, ada progress yang selesai 15 Desember, supaya ada waktu, kekurangan dan sebagainya. Lalu melihat progress per tanggal 10 Agustus kemarin, ini baru pengerjaannya di tahap 17, 42%, jadi kalau melihat schedule yang direncanakannya sampai 27 Desember itu ada presentasi kurang lebih 0,8%. Jadi makanya tadi saya sarankan agar percepatan, supaya nanti bisa memanfaatkan cuaca, ini yang sangat baik kalau untuk proyek, percepat, waktu manfaatkan, mobilisasi segala macamnya,” ujar Walikota.

“Termasuk saya titipkan ke MK selaku konsultan, pengawas, Manajemen Konstruksi PT. Tripatra ini harus mengawasi day to day, tentunya ini tinggal pas setengah bulan, jadi manfaatkan waktunya. Saya ingin tiap minggu ada prestasi-prestasi lebih dalam pengerjaan ini,” tambahnya.

Walikota pun menegaskan bahwa jangan sampai pembangunan yang dananya murni dari APBD Provinsi ini benar-benar dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Dan benar-benar harus diawasi.
“Anggaran 63 Milyar, lelang hanya 56 Milyar yang berasal dari APBD Provinsi, murni seluruhnya dari provinsi jawa barat. Jadi saya ingin bantuan ini betul-betul digunakan, karena kita tidak ingin mengecewakan bantuan dari pak Gubernur. Artinya kita mengusulkan, diberi bantuan, dan bantuan itu dilaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Wahyu Hidayat selaku Tim Leader dari PT. Tripatra menyampaikan bahwa target selesai 15 Desember dapat tercapai.
“Kelihatan kalau dari rekonstruksi ini insyaallah Pak Wali puas dengan apa yang tersaji, di pengerjaan ini. Karena pengerjaannya sudah disesuaikan dengan pesannya Pak Wali. Kita targetkan tanggal 15 desember 2019, harus selesai,kalau kendala teknis insya allah kita bisa tangani, dan dari segi anggaran harus cukup, terangnya.
Di tempat yang sama, Dr. Wasisto Dirut RSU Dr. Soekardjo mengatakan bahwa adanya pembangunan ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
“Dengan adanya gedung baru ini, merupakan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berobat. Kalau rumah sakit swasta penuh, suruh ke sini aja, kirm ke RSU Dr. Soekardjo masih kosong, ungkapnya. (M. Rizky Arbianto)***