Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya
Bantuan provinsi berupa sembako Rp.350.000, uang tunai, Rp. 150.000 untuk masyarakat terdampak virus corona, covid-19 akhirnya sampai juga di Kota Tasikmalaya.

Sebanyak 17 paket untuk gelombang pertama sampai di kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, pada hari Sabtu, 25 April 2020.

Dari 17 paket yang didistribusikan oleh kantor Pos dan Giro dengan menggunakan armada Ojeg Online (Ojol) hari ini diantarkan kepada mereka yang tercantum di catatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) didampingi oleh RT/RW setempat.

Hadir pula dalam acara penyerahan tersebut, staf Kelurahan, Babinsa dan Babinmas Kelurahan Tanjung.

Disamping adanya kegembiraan karena bantuan telah diterima sebagian masyarakat, namun ternyata masih banyak yang menunggu giliran, karena ini merupakan gelombang pertama, dengan menggunakan data yang sudah ada di Pemprov. Sedang data yang diajukan RT/RW masih harus menunggu giliran.

Seperti yang disampaikan Deden Kardani Satgas penanganan dampak covid-19 dari Kelurahan Tanjung, melalui WhatsApp kepada Gemamitra.com, bahwa “ini sebenarnya bantuan tahap pertama dari Gubernur, masih ada tahapan berikutnya,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Deden, ada 9 Sumber dana bantuan menurut kang Ridwan Kamil. Sementara pengajuan data dari RT/RW belum diakomodir.

“Jadi kepada masyarakat mohon sabar dulu. Data yg turun hari ini, bukan data yang diajukan RT/RW.” Ungkapnya.

Dari data lama yang digunakan Provinsi sebagai acuan, dan tidak menggunakan data terbaru yang disusun oleh RT/RW berakibat terjadinya masalah.

Ada beberapa penerima sudah meninggal dunia. Ada yang sudah pindah alamat, dan ada pula yang NIK nya tidak sinkron. Karena itu paket yang dikirim harus dibawa kembali oleh ojol untuk dikembalikan ke Kantor Pos.

“Di kelurahan Tanjung sendiri, ada empat paket bantuan yang tidak terserap dan dikembalikan ke Kantor Pos, karena data identitas penerima tidak sama. Ada 3 orang yang identitas tidak sama, sedang satu orang lagi, yakni Utar Sutarman warga RT/RW 06/08 Kelurahan Tanjung telah meninggal dunia, sementara keluarganya telah pindah alamat.” Terang Deden.

Sementara Drs. Opang Jafar Sidik, Lurah Kelurahan Tanjung, dengan sigap melakukan rapat koordinasi dengan para RW, Babinsa dan Babinmas guna membicarakan perihal adanya sedikit keretakan di masyarakat.

Tak ayal, karena bantuan yang datang tidak serempak, mengakibat terjadinya kecemburuan sosial. Namun ketika GM menanyakan hasil rapat koordinasi tersebut, Opang menolak menjelaskan. Ia berjanji akan menjelaskan pada hari Senin di kantornya. (Yus)***