Jakarta – GM | Dalam pidato pelantikannya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah pendidikan, terutama kondisi sekolah yang tidak terurus di Indonesia. Ia menekankan pentingnya perbaikan dan penyelesaian masalah ini secara cepat.
“Banyak sekolah-sekolah kita yang tidak terurus. Kita harus berani melihat dan menyelesaikan ini,” ujar Prabowo, Selasa (22/10/2024).
Sesuai Peraturan Presiden No. 139 Tahun 2024, urusan pendidikan dasar dan menengah kini berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Langkah Kemendikdasmen
Menteri Abdul Mu’ti menyebutkan dua program prioritas atau quick win yang telah disetujui DPR. Pertama, renovasi 22 ribu sekolah dengan alokasi anggaran sebesar Rp 20 triliun, meliputi perbaikan ruang kelas, mebel, dan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus). Kedua, pembangunan sekolah unggul terintegrasi dengan anggaran Rp 4 triliun.
Mu’ti juga menekankan pentingnya pendidikan dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat UUD 1945. Ia berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang bermutu.
Kondisi Sekolah di Indonesia
Menurut data BPS 2022/2023, Indonesia memiliki 399.376 sekolah, mulai dari TK hingga SMK. Kondisi sekolah bervariasi, dengan rincian persentase ruang kelas yang dalam keadaan baik: SD: 46,56%S, MP: 56,17%S, MA: 66,29%S, MK: 69,12%.
Namun, masih banyak ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, khususnya di jenjang SD dengan 44,74% rusak ringan/sedang dan 8,7%rusak berat.


















