Gema Mitra – Kota Tasik
Hari Raya Idul Fitri 1440 H sebentar lagi akan mendatangi kita, banyak Instansi-instansi, Sekolah baik SD, SMP, SMA/ SMK, Institut, Universitas, sudah tak lagi menjalankan tugas dan belajar-mengajar untuk sementara waktu karena libur dalam rangka menyambut kemenangan. Tak ayal bila kita menyaksikan di jalanan, kendaraan-kendaraan lalu-lalang hingga timbul kemacetan yang tak hanya di pagi hari jelang aktifitas. Jelang berbuka puasapun macet padat merayap di mana-mana terkait mudik ke kampung halaman yang terhitung sejak 30/5/19 sampai dengan 15/6/19 yang akan datang.

Namun menjelang kepulangan tersebut pada tanggal 1/6/19 dilaksanakan upacara hari lahir Pancasila yang bertempat di Lapangan Upacara Unper Tasikmalaya, yang dihadiri Dosen, Karyawan Yayasan Universitas Siliwangi dpk. Universitas Perjuangan Tasikmalaya, dan perwakilan UKM juga BEM/ Badan Eksekutif Mahasiswa yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB Pagi yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas tersebut Prof. Dr. H. Yus Darusman, Drs., M. Si sebagai Inspektur Upacara yang berjalan dengan lancar dan khidmat di kegiatan yang wajib tersebut.

Dalam hal ini pemimpin upacara mengatakan bahwa “Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai suatu bangsa yang hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia ini sebagai negara kepulauan, makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan Tanah Air kesatuan Indonesia dengan gugusan pulau yang berada di antara 2 samudera yaitu pasifik dan hindia, serta di antara 2 benua yaitu Asia dan Australia” ujarnya Yus Darusman.

Lebih lanjut dikatakan yus menyebutkan “bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup Tanah Air sebagai satu kesatuan atau relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep Wawasan Nusantara. Di wilayah Nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam, keberagaman secara natural dan karakteristik dari keindonesiaan. Demikian pula secara antropologis, konsosiologis, keberagaman ras, etnis, agama kepercayaan dari budaya yang ada di indonesia sudah ada sejak masa pra-sejarah, hingga sekarang. Kita Indonesia dan sekaligus bahagia dalam keberagaman. Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Negara dan Pandangan Hidup Bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara buat bangsa ini, pun kita sebagai bangsa yang belum sempurna berhak merealisasikan butir-butir pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai Bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila”. tambahnya

Yus berharap agar “Pancasila sebagai keyakinan dan pendirian hak asasi harus terus menerus diperjuangkan, dari mulai keberagaman, kondisi geografis, flora, dan fauna hingga aspek antropologis, konsisiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif, proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai pancasila harus terus dilakukan bagi perjuangan yang terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam api yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari” pungkasnya yus saat memberi sambutan di depan khalayak civitas Universitas Unper Tasikmalaya. (M. Rizky Arbianto)