Tasikmalaya – Gemamitra.com | SDN 2 Sukamaju kembali menghadirkan sebuah karya pendidikan yang berkesan melalui kegiatan Paturay Tineung Murid Kelas VI dan Pagelaran Seni Kolaboratif dengan mengusung tema “Miang Nyungsi Jomantara: Nyambungkeun Tradisi ka Mangsa Hareup, Nganyam Béda ku Adab, Ngawujud Cita ku Iman.” Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (23/6/2026) dan berlangsung meriah serta sarat makna.
Acara ini menjadi penutup perjalanan belajar murid kelas VI sekaligus panggung apresiasi bagi berbagai potensi, prestasi, dan kreativitas warga sekolah. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 62 siswa dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sejumlah lulusan bahkan berhasil diterima di sekolah tujuan melalui jalur prestasi, sejalan dengan banyaknya capaian akademik maupun nonakademik yang diraih siswa SDN 2 Sukamaju.
Sejak memasuki lingkungan sekolah, para orang tua murid dan tamu undangan disambut nuansa budaya Sunda yang begitu kental. Gerbang utama dihiasi berbagai ornamen tradisional yang dipadukan secara estetik dengan sentuhan modern. Deretan cecempeh hasil karya siswa menghiasi jalur masuk, sementara di sisi lain tersaji pameran transformasi SDN 2 Sukamaju dari masa ke masa melalui dokumentasi foto yang ditata menarik.

Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya lokal, kegiatan ini juga mengintegrasikan teknologi digital dalam penyajiannya. Sebuah layar televisi berukuran besar yang diberi nama TV Merah Putih menayangkan berbagai dokumentasi kegiatan serta prestasi sekolah secara bergantian. Di sekitarnya dipamerkan pula berbagai piala dan sertifikat penghargaan yang berhasil diraih para siswa dalam berbagai ajang.
Nuansa elegan semakin terasa melalui dekorasi yang didominasi warna krem. Tenda-tenda yang terpasang dihiasi payung geulis, cecempeh, dan aseupan yang digantung artistik sehingga menciptakan suasana hangat dan memanjakan mata. Sementara itu, panggung utama tampil megah dengan sentuhan anyaman bambu, rangkaian bunga, dan lampu gantung yang memperkuat kesan tradisional sekaligus modern.
Keunikan acara juga terlihat dari penggunaan tiga bahasa oleh para pembawa acara, yakni Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Hal tersebut menjadi simbol bahwa siswa SDN 2 Sukamaju dipersiapkan untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya yang dimiliki.
Dalam sambutannya, Kepala SDN 2 Sukamaju, Budiman, M.Pd., menjelaskan makna mendalam dari tema yang diusung tahun ini. Menurutnya, tema tersebut mengandung filosofi pendidikan yang relevan dengan tantangan masa kini.

Ia menjelaskan bahwa “Miang Nyungsi Jomantara: Nyambungkeun Tradisi ka Mangsa Hareup” merupakan harapan agar para siswa mampu menggapai cita-cita setinggi langit, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Sementara itu, makna “Nganyam Béda ku Adab” mengajarkan bahwa keberagaman karakter, bakat, dan kemampuan siswa harus menjadi kekuatan yang saling melengkapi. Melalui semangat silih asih, silih asah, dan silih asuh, seluruh perbedaan dirangkai dengan adab dan akhlakul karimah sehingga menjadi kekayaan yang membawa manfaat bersama.
Adapun makna “Ngawujud Cita ku Iman” menjadi puncak tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan sekolah, yakni membangun cita-cita tinggi di atas pondasi iman yang kuat sehingga ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan.
“Urang henteu ngan ukur hoyong murid janten jalma anu pinter, tapi ogé janten jalma anu jujur, amanah, tanggung jawab, sareng salawasna émut ka Gusti Nu Maha Suci. Ku iman, élmu janten berkah. Ku iman, préstasi janten maslahat. Ku iman, kasuksésan janten jalan kana kabagjaan dunya sareng ahérat,” ungkap Budiman.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Komite SDN 2 Sukamaju, Herostian Juningsih, S.P., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, SDN 2 Sukamaju selalu menghadirkan konsep acara yang kreatif, edukatif, dan penuh makna setiap tahunnya. “Kegiatan kali ini menunjukkan bahwa sekolah mampu menghadirkan acara yang sederhana namun sarat makna, memadukan budaya, teknologi, pendidikan karakter, dan nilai-nilai spiritual dalam satu rangkaian yang luar biasa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat kehormatan dengan hadirnya Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, H. Tedi Gunandi, S.Kom., M.Si. Dalam pesannya kepada para lulusan, ia mengajak seluruh siswa untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.
“Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar, jaga akhlak, hormati orang tua dan guru, karena kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter dan kerja keras,” pesannya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat Paturay Tineung yang berlangsung khidmat dan penuh haru. Prosesi tersebut semakin sakral dengan iringan alunan degung persembahan para guru SDN 2 Sukamaju yang menghadirkan suasana emosional bagi para siswa, orang tua, maupun tamu undangan.
Kemeriahan berlanjut melalui Pagelaran Seni Kolaboratif yang menampilkan berbagai karya terbaik siswa. Beragam pertunjukan seperti tari tradisional, paduan suara, pencak silat, musikalisasi puisi, hingga pertunjukan grup karinding yang melibatkan alumni dan siswa SDN 2 Sukamaju berhasil memukau para penonton.

Salah satu momen paling mengharukan dalam kegiatan tersebut adalah persembahan khusus bagi dua guru yang memasuki masa purna tugas, yakni Oom Komalasari, S.Pd. dan M. Solehhuddin, S.Pd. Persembahan dikemas melalui penampilan kolaboratif marching band yang membawakan lagu Laskar Pelangi, diiringi petikan gitar oleh Daffa Adhia, S.Pd., salah seorang guru SDN 2 Sukamaju.
Penampilan tersebut semakin menyentuh melalui pembacaan sajak oleh Susilawati, S.Pd. bersama Arga sebagai perwakilan siswa yang menggambarkan rasa hormat, ucapan terima kasih, serta kenangan indah selama para guru mendampingi perjalanan belajar murid.
Kegiatan Paturay Tineung dan Pagelaran Seni Kolaboratif tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada upaya membangun karakter, melestarikan budaya, memanfaatkan teknologi secara positif, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dalam setiap langkah kehidupan peserta didik.
Melalui tema “Miang Nyungsi Jomantara”, SDN 2 Sukamaju kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi yang cerdas, berbudaya, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.**
Kontributor: Arin Yulistia
Editor: Pakesit


















