Tasikmalaya – Gemamitra.com | KB/TK Muslimat NU yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama menggelar kegiatan Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Anak Muslim Cinta Budaya Indonesia”.
Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan peserta didik sekaligus menanamkan kecintaan anak terhadap nilai-nilai keislaman dan kekayaan budaya bangsa sejak usia dini, bertempat di lapangan sekolah, Selasa 23 Juni 2026.
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Rektor Institut Nahdlatul Ulama (INU), Kepala SMK NU, serta perwakilan Kepala MTs NU. Selain dihadiri para orang tua siswa, kegiatan juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas anak yang mencerminkan semangat pelestarian budaya Indonesia.
Pada tahun ajaran ini, sebanyak 33 siswa resmi dilepas dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar.
Kepala KB/TK Muslimat NU, Lilis Aminah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema “Anak Muslim Cinta Budaya Indonesia” dipilih sebagai upaya menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya, serta membangun karakter anak yang religius dan berwawasan kebangsaan.
“Pendidikan anak usia dini bukanlah tentang mengisi wadah, melainkan tentang menyalakan api rasa ingin tahu. Selama berada di TK ini, kami telah melihat bagaimana mereka belajar berbagi, belajar membaca, berhitung, dan yang paling penting, belajar menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang selama ini telah bersinergi dengan pihak sekolah dalam mendukung proses pendidikan anak-anak.
“Kami berterima kasih kepada orang tua siswa yang selalu mendukung seluruh kegiatan sekolah. Tanpa kerja sama Bapak dan Ibu, kita tidak akan sampai pada titik ini,” katanya.
Kepada para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat dasar, Lilis berpesan agar tetap semangat belajar dan menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama di TK.
“Anak-anakku yang saleh dan salehah, jangan takut masuk SD. Di sana kalian akan bertemu teman baru, guru baru, dan pelajaran baru yang menyenangkan. Tetaplah menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, peduli sesama, sayang kepada orang tua, hormati guru, dan rajin belajar,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah secara simbolis menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua mereka.
“Bersamaan dengan Haflah Akhirussanah ini, kami serahkan kembali putra-putri ayah bunda. Selesai sudah tugas kami mendampingi dan mendidik mereka selama berada di sekolah ini,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Lilis menyampaikan pesan bijak dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya pendidikan sebagai bekal kehidupan.
“Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tiada keadaan yang lebih menyedihkan daripada kebodohan, dan tiada warisan yang lebih baik daripada pendidikan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU, Dra. Hj. Iis Nurhayati, menyampaikan rasa bangga atas berbagai prestasi yang telah diraih lembaga. Salah satunya adalah keberhasilan meraih penghargaan Pesantren Ramah Anak tingkat Jawa Barat pada sebuah kegiatan yang dihadiri ratusan ribu jamaah dan Ketua Umum Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Perwakilan orang tua siswa, dr. Fadia Islami, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik serta membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang selama menempuh pendidikan di KB/TK Muslimat NU.
Salah seorang guru, Nursifa Fauziah Munigar, S.Pd.Gr., mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.
“Acara hari ini menurut saya merupakan yang paling all out. Semua tertata sesuai rencana, mulai dari waktu, dekorasi hingga rangkaian acara. Alhamdulillah berjalan lancar dan semua merasa bahagia,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak atas partisipasinya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan balasan yang lebih besar dan lebih baik,” pungkasnya.
Melalui tema “Anak Muslim Cinta Budaya Indonesia”, Haflah Akhirussanah tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecintaan terhadap agama, serta penghargaan terhadap budaya bangsa sebagai identitas yang harus dijaga dan dilestarikan. (Pakesit)**


















