Gema Mitra – Kota Tasik
“Berkarakter dan peduli lingkungan” adalah kalimat yang terdapat dalam visi SDN 2 Sindangpalay Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.

Soliditas yang tinggi dari para pendidik di dorong dengan tindakan nyata untuk mewujudkan visi tersebut, mulai menunjukan angin segar. Pasalnya Sekolah yang di nahkodai oleh Hj. Ocih Widianingsih, S.Pd pergerakannya cukup signifikan, dimulai dari hal-hal yang sederhana, diantaranya pembiasaan atau anjuran mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan, menggosok gigi bersama, sarapan bersama, minum susu dan senam bersama, menganjurkan membawa minum dari rumah, jajan mengunakan mangkok sendiri, belajar memilah sampah organik dan non organik serta mengumpulkan sampah yang bisa dijual melalui bank sampah sekolah.

“Untuk mengubah kebiasaan seseorang bukanlah hal yg mudah, apalagi saat ini peserta didik di SDN 2 Sindangpalay berjumlah 489 orang dengan jumlah PTK sebanyak 22 orang, maka setahap demi setahap, mulai dari pembiasaan yang sederhana kita optimis bahwa untuk mencapai visi SDN 2 Sindangpalay akan segera terwujud”, ungkap Hj. Ocih

Menurutnya, hal itu terbukti SDN 2 Sindangpalay pada Tahun 2017 berhasil mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Tasikmaya sebagai sekolah penyelenggara adiwiyata Tingkat Kota, sedangkan pada pertengahan Tahun 2018 SDN 2 Sindangpalay mendapat penghargaan Raksa Prasada dari Gubernur Jawa Barat Kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan.

Tak hanya itu, di penghujung tahun 2018 atas rekomendasi dari pengawas pembina dan hasil verifikasi dari Camat beserta stafnya, maka diputuskan SDN 2 Sindangpalay untuk mengikuti kegiatan lomba sekolah sehat (LSS) tingkat kota perwakilan dari kecamatan Indihiang karena beberapa tahun terakhir Kecamatan Indihiang selalu absen dalam kegiatan ini.

Penilaian yang dilaksanakan pada hari Kamis 15 November 2018 yang lalu, membawa angin segar bagi keluarga besar SDN 2 Sindangpalay, akan tetapi, seperti diutarakan Hj. Ocih atau yang akrab dipanggil Apong, bahwa kejuaraan bukanlah satu satunya tujuan karena yang terpenting adalah menanamkan karakter disiplin untuk hidup lebih sehat bagi warga sekolah.

“Perasaan kaget dan cukup tercengang ketika hari Kamis Tanggal 6 Desember 2018 kemarin, kami kedatangan tim penilai LSS untuk cek ulang lokasi tanpa pemberitahuan lebih dulu, karena SDN 2 SIndangpalay termasuk 4 besar katanya, dan salah satu dari 4 SD ini akan tersisih”, paparnya.

Akan tetapi, lanjut Apong, apapun hasilya itu akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan karakter warga sekolah. “Semoga yg kami lakukan mendapat ridho dari Alloh SWT, Aamiin”, harapnya. (Kesit)