Jum. Feb 26th, 2021
    Alt

    [et_pb_section admin_label=”section”]
    [et_pb_row admin_label=”row”]
    [et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text”]Gemamitra.com – Tasikmalaya

    Muhammad Taufik (32) atlit triathlon dan modern pentathlon warga Cimanggu Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya kembali ke kampung halaman, Senin malam (09/12/2019).

    Atlit berprestasi yang baru saja mempersembahkan dua mendali dalam perhelatan Sea Games Philipina tahun 2019 pulang tanpa sambutan yang layak dari pemerintah daerah maupun KONI Kabupaten Tasikmalaya.

    Miris, paska diantar dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga Bandung, Muhammad Taufik harus pulang menuju kampung halaman Tasikmalaya dengan naik angkutan umum (Elf).

    Bahkan, peraih mendali emas dan perunggu untuk dua jenis nomor lomba ini harus pulang dengan dijemput anggota Polres Tasikmalaya.

    Mendapati informasi jika Muhammad Taufik pulang menggunakan kendaraan umum, Kepolisian Resort (Polres) Tasikmalaya sigap menjemputnya di Kawasan Cilawu, Garut.

    Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra Sik mengatakan, pihaknya mendapat informasi atlit yang sudah harumkan nama bangsa dan daerah Tasikmalaya pulang menuju kampong halaman.

    “Untuk itu kami inisiatif kirim anggota supaya menjemput Muhammad Taufik, sebagai bentuk kebanggaan saya dan tentunya warga Tasikmalaya atas prestasinya”, ujar Kapolres dikantornya, Senin malam (09/12/2019).

    Taufik meraih mendali emas dalam cabang pentathlon nomor lomba 1 Beach Laserrun serta mendali perunggu dalam kategori 2 Beach Triathle atau renang lari menembak. Berkat kegigihan usahanya, bendera merah putih dan lagu Indonsia Raya pun berkumandang di Philipina.

    “Kalau dari Jakarta diantar sama Kemenpora sampai Bandung, dari Bandung saya naik angkutan. Tapi sampai Ciawi saya turun karena dijemput oleh mobil polisi jajaran kepolisian Tasikmalaya, Terimakasih ini suatu kehormatan bagi saya,” ucap Muhammad Taufik di Mapolres Tasikmalaya.

    Perjalanan Muhammad Taufik menjadi atlit berprstasi tidaklah mudah, meski belajar secara otodidak, Taufik bisa merasakan prestasi internasional setelah sepuluh tahun bergelut dengan latihan keras.

    “Sepuluh tahun saya menggeluti olahraga ini dan alhamdulillah membuahkan hasil di Sea Games tahun ini. Ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, istri keluarga saya di Cimanggu dan tentunya daerah Tasikmalaya bangsa Indonesia,” ungkapnya.

    Selain itu, motivasi ingin bertemu ibunya yang menjadi TKI di Arab Saudi membuatnya menjadi atlit berprestasi. Namun, meski gagal mencium tangan ibunya karena wafat, M Taufik tetap bangga miliki ibu seorang TKI yang menghidupi keluarga.

    Dalam momentum itu, hanya Pemerintah Desa Cimanggu yang turut menjemput atlit asal pedalaman Tasikamalaya ini. Taufik tiba di Mapolres Tasikmalaya didampingi istri serta ponakanya yang masih kecil. Kini Taufik akan berjuang untuk hadapi Asian games 2021 mendatang.

    “Motivasi saya ingin ketemu ibu di Arab Saudi yang jadi TKI, makanya saya berlatih ingin berprestasi. Walau gak sempet ketemu ibu karena wafat. Saya ditinggalkan kerja sejak kecil sejak tahun 1983 lalu,” paparnya. (Red)***[/et_pb_text][/et_pb_column]
    [/et_pb_row]
    [/et_pb_section]

    By gemamitra

    Portal media online gemamitra.com merupakan kepanjangan dari Majalah Gema Mitra yang ada di bawah naungan PT Gema Mitra Abatasa. Sarana informasi yang mengupas pemberitaan secara lugas, tegas dan berimbang serta menjunjung tinggi hati nurani.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *