Jumat, Juni 25, 2021
Beranda Pristiwa Dinilai Merusak Lingkungan, AMPEL Tuntut Tambang Emas di Karangjaya Segera Ditutup

Dinilai Merusak Lingkungan, AMPEL Tuntut Tambang Emas di Karangjaya Segera Ditutup

gemamitra.com.Kab Tasikmalaya | Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPEL) mendatangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jum’at Sore (23/4/2021).

Mereka melakukan aksi membakar ban  sebagai bentuk protes keras kepada wakil rakyat Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menuntut supaya tambang emas ilegal yang terjadi di Karangjaya agar segera di tutup.

Korlap Ampel, Deden Faiz Taptajani dalam orasinya mengatakan, kami datang kesini melakukan aksi penolakan terhadap tambang emas ilegal di Karangjaya. Namun, kedatangan Ampel ke Gedung Wakil Rakyat tidak direspon dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

AMPEL juga mempertanyakan kualitas kinerja anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami disini mengecam kepada Pemkab Tasikmalaya yang lalai dalam tindakannya, terutama masalah pertambangan emas ilegal yang terjadi di Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya,” teriak Deden dalam orasinya.

Pertambangan emas ilegal ini sangat berpotensi dalam mencemari lingkungan masyarakat khususnya di Karangjaya. Pertambangan ilegal ini juga berdampak kehilangan sumber air bersih karena limbah tambang emas yang terjadi dan dibuang sembarangan.

Deden mengecam, bila audiensi kami ditolak lagi, pihaknya akan kembali turun dengan masa aksi yang lebih banyak lagi.

Ketua AMPEL Fahmi Sidik mengatakan, kami dari Aliansi Mahasiwa Peduli Lingkungan datang kesini untuk mempertanyakan, dan beraduensi dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

“Ada hal yang harus di perhatikan mengenai lingkungan, perijinan pertambangan yang dapat membahayakan lingkungan. Namun, kami telah mengundang sebetulnya Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dinas PUPR untuk membahas pertambangan Emas ilegal yang terjadi di Karangjaya. Akan tetapi, pihak Dinas terkait, tidak ada satupun yang datang,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, Mahasiswa berorasi, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aang Budiana langsung datang menemui masa aksi.

Dalam sambutanya Aang mengatakan, saya atas nama pribadi dan rekan komisi III, dalam hal ini, dirinya salah satu yang membidangi perizinan, adapun itu, hanya membantu prosesnya saja di salah satu Dinas.

“Proses perizinan, sudah bukan menjadi kewenangan Pemkab Tasikmalaya atas ijin pertambangan itu. Dikarenakan, sesuai peraturan yang terbaru, tahun 2019 kebijakan itu ada di Provinsi dan khususnya di era tahun 2020 sudah di tarik ke Pusat,” terang Aang.

Persoalan yang menyangkut proses pertambangan, apalagi yang merusak lingkungan dimanapun berada, apabila ada respon dari masyarakat, sesuai kajian di masing-masing wilayah, tentunya masyarakat tersebut bisa menyatakan keberatannya.

Aang menganggap, bahwa Ampel seharusnya bukan datang ke DPRD. Akan tetapi seharusnya melaporkan kepada Dinas yang berwenang dan kami sebagai wakil rakyat akan mendorong apabila ada penambang yang tidak berizin sama sekali.

“Kalau mereka dapat membuktikan proses izinnya sesuai peraturan dan perundangan-undangan untuk mempersilahkan berinvestasi di Kabupaten Tasikmalaya. Namun kalau tidak bisa menunjukan izinnya sesuai peraturan perundang-undangan, pada hari ini, saya tidak segan. Dan bukan persoalan pertambangan emas saja. Persolan pasir besi, pasir galian c, pihaknya sudah menerima audien 1000 masyarakat Padakembang dan Gunung Galunggung. Bagi kami tidak ada ampun untuk ditertibkan,” ujarnya.

Aang juga menghimbau kepada para pengusaha yang tidak mempunyai izin, apalagi merusak dampak lingkungan, mohon agar segera di tertibkan.

“DPRD Kabupaten Tasikmalaya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan yang sudah peduli terhadap proses di wilayah Karanggjaya,” ungkapnya.

Setelah itu, sempat bersitegang, cekcok adu argumen antara Mahasiswa Peduli Lingkungan dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (Varikesit)***

gemamitrahttps://gemamitra.com
Portal media online gemamitra.com merupakan kepanjangan dari Majalah Gema Mitra yang ada di bawah naungan PT Gema Mitra Abatasa. Sarana informasi yang mengupas pemberitaan secara lugas, tegas dan berimbang serta menjunjung tinggi hati nurani.
RELATED ARTICLES

Dinas PUTRPRKD Pangandaran Kebakaran, Tiga Unit Pemadam Diturunkan

Pangandaran.gemamitra.com | Sebuah bangunan yang digunakan sebagai Kantor Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Dan Kawasan Pemukiman (PUTRPRKP) mengalami kebakaran pada Minggu sore (29/6/2021),...

Warga Mangkubumi Dikagetkan dengan Penemuan Ular Sanca Besar dalam Kloset

Kota.Tasik.gemamitra.com | Ular Sanca berukuran cukup besar dengan panjang kurang lebih 2.5 meter ditemukan berada di dalam kloset rumah warga. Hal itu sontak membuat geger...

Warga Desa Bojongkondang Tuntut Kades Mundur dari Jabatannya

Pangandaran.gemamitra.com | Masyarakat desa Bojong Kondang berbondong bondong mendatangi kantor desa untuk melakukan audien meminta pertangjawaban kepala desa, Selasa (8/6/2021). Aparat gabungan Polsek Langkaplancar, TNI,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Situ Gede, Kisah Cinta Segitiga

Masyarakat, pemerintah kota juga provinsinya Oleh: Orockkappas (OK) “Kesehatan situ gede semakin memburuk luka prabudilaya semakin akut sedangkan Kota Tasikmalaya krisis obat juga perawat sehingga...

Dinas PUTRPRKD Pangandaran Kebakaran, Tiga Unit Pemadam Diturunkan

Pangandaran.gemamitra.com | Sebuah bangunan yang digunakan sebagai Kantor Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Dan Kawasan Pemukiman (PUTRPRKP) mengalami kebakaran pada Minggu sore (29/6/2021),...

Geliat Wanita Tani Masyarakat Cikalong Pangandaran

Pangandaran.gemamitra.com | Kelompok wanita tani (KWT) mawar putih dusun Citembong desa Cikalong kecamatan Sidamulih kabupaten Pangandaran sejak berdiri tahun 2008, terus menunjukan eksistensinya hingga...

Situ Gede Oh Situ Gede Riwayatmu Kini

Oleh: Tatang Pahat Ada dahulu ada sekarang. Bila tak ada dahulu tak akan ada sekarang. Karena ada masa silam maka ada masa kini. Bila tak...