Kab.Bandung.gemamitra.com | Sosok pemimpin yang baik dan amanah adalah ia yang bertekad mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Tak hanya terfokus pada salah satu faktor, baik ekonomi, infrastuktur, sosial, maupun budaya, namun yang paling penting adalah faktor pendidikan.
Sejarah telah membuktikan, ketika Jepang kalah perang oleh sekutu pada tahun 1945, sehingga harus menelan kenyataan pahit dua kota besarnya luluh-lantak dihantam bom atom, hal pertama dan utama yang segera dibangun oleh pemerintahan Jepang kala itu adalah faktor pendidikan.
Hal inilah yang mendasari diadakannya program pelatihan literasi oleh Kepala Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Teddy Julia Taufik, S.Kep. Mengatasnamakan salah satu program pemerintahan desa, beliau mengundang sejumlah penggiat literasi untuk memberikan pelatihan penulisan jenis fiksi dan nonfiksi, pelatihan proses syuting film pendek, pelatihan dasar jurnalistik, dan puisi.
Program yang diberi tajuk Riungan Menulis Desa Panyadap 2021 ini berlangsung selama 40 hari. Dimulai dari tanggal 01 Maret dan diakhiri pada tanggal 10 April kemarin dengan acara penutupan berupa pembagian sertifikat bagi para peserta. Hal yang tentunya sangat positif dan patut dicontoh oleh sejumlah pemimpin desa lainnya, yang berinisiatif membekali warga desanya dengan keterampilan di tengah masa pandemi yang masih belum juga berakhir.
Riungan Menulis di desa Panyadap ini disambut dengan antusias dan dihadiri oleh sejumlah warga, baik pelajar, ibu rumah tangga, perangkat desa, mahasiswa, dan juga para pengajar. Selain Pemdes Panyadap, program ini didukung dengan fasilitas kelas di gedung SDI Attaufik yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Rina S.Pd, beliau adalah istri dari Kepala Desa yang telah turut mendukung suksesnya pelaksanaan program literasi dari awal hingga selesai.
Selama program berlangsung, para peserta mendapat bimbingan dan arahan dalam proses penulisan buku berjenis fiksi maupun nonfiksi, hingga proses editing, layouting, dan pracetak. Riungan ini difasilitasi oleh penulis yang telah bergiat di bidang self publishing, Khairi Hamba. Selain itu, para peserta pun mendapat arahan dan pelatihan membuat film pendek, dimulai dari cara penulisan skenario, seni peran, dan proses syuting yang diberikan oleh penggiat film pendek asal Serang, Banten, RG. Kedung Kaban.
Tak hanya itu, bidang jurnalistik pun menjadi salah satu konten pengisi program Riungan Menulis, dimana para peserta dikenalkan dan mendapat arahan bagaimana menjadi seorang jurnalis (wartawan) dengan diisi pelatihan proses penulisan berita yang baik dan seluk-beluk keredaksian. Riungan ini difasilitasi oleh redaktur dari Tangerang, Muhammad Romli. Dan program terakhir yang mengisi Riungan Menulis Desa Panyadap adalah pelatihan puisi. Dimana para peserta dengan antusias mengikuti pelatihan yang diberikan oleh penyair perempuan asal Tasikmalaya, Naza Fitri.
Kepala Desa Panyadap, Teddy Julia Taufik, S.Kep, mengaku bangga dan bersyukur dengan terlaksananya rangkaian program acara dari awal sampai akhir, berjalan lancar dan kondusif.
Menurutnya, acara yang digelar selama 40 hari tersebut, sangat baik buat pembekalan skill bagi masyarakat di desanya karena banyak bermuatan edukasi.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan harapan. Rencana ke depan, program literasi akan kembali diselenggarakan, bahkan akan dijadikan program tahunan selama saya menjabat sebagai kepala desa,” ungkapnya.
Hal yang jarang ditemui di desa lainnya. Semoga langkah positif yang beliau lakukan menginspirasi kepala desa lainnya di manapun berada terhadap bidang literasi, dan yang terpenting dan perlu dicatat, bahwa yang dilakukan oleh pemimpin yang baik adalah membekali warga dengan memberinya kail (mengasah skill dengan pendidikan dan pelatihan) tinimbang hanya memberinya seekor ikan. (KH)***


















