Gemamitra.com
Melihat fakta minimnya angka anak sekolah yang sesuai dengan program wajib belajar 9 tahun, pemerintah Kab Tasikmalaya mulai merancang pembentukan Satuan Tugas Wajib Belajar (Satgas Wajar) guna mendata jumlah anak yang tidak sekolah dan menginvestigasi akar permasalahannya. Satgas tersebut bukan hanya melibatkan Dinas Pendidikan saja, akan tetapi seluruh fungsi pemerintah termasuk kalangan akademisi dan masyarakat. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto usai menghadiri pelantikan Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya, Senin (11/03/2019).

“Pemerintah tidak bisa tinggal diam mendapatkan fakta bahwa rata-rata lama sekolah anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya hanya 6 sampai 7 tahun atau kelas dua SMP dan tidak tamat. Ini persoalan pendidikan yang wajib dituntaskan,” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan hal utama setelah bernafas. Sehingga harus mendapat prioritas sampai kapanpun dan oleh siapapun, karena menyangkut nasib bangsa di masa mendatang.

Untuk itu, Ade menekankan agar Satgas Wajar ini nanti harus mampu menggali data seakurat mungkin jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah. Kemudian cari akar persoalannya, kenapa mereka tidak sekolah.

“Kalau faktor ekonomi keluarga? maka pemberdayaan dan peningkatan taraf hidup keluarganya yang harus kita bidik. Kalau karena jarak tempuh ke sekolahnya jauh dan sulit? maka infrastruktur harus dikaji dan lain sebagainya. Atau karena tidak ada semangat belajar? maka kita bantu motivasi mereka. Penanganannya pasti akan melibatkan multi lintas sektor,” terangnya.

Terakhir, Ade mengungkapkan, data di lapangan, anak anak usia sekolah di Kabupaten Tasikmalaya baru mencapai 90 persen tuntas SMP dan dimungkinkan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Artinya ada 10 persen anak-anak usia sekolah dari total penduduk 1,8 juta hingga 2 juta jiwa di Kabupaten Tasikmalaya yang harus disentuh. (Kesit)