Mulai Besok, Warga Jabar Boleh Berwisata ke Pangandaran Tanpa Rapid Test

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gemamitra.com – Pangandaran

Akhirnya, mulai besok Rabu tangga 1 Juli 2020, warga Jawa Barat diperbolehkan untuk berwisata ke Pangandaran tanpa rapid test, termasuk transportasi umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) juga boleh beroperasi lagi.

Akan tetapi harus mematuhi protokol kesehatan penanganan penyebaran Covid-19, dan penumpang maksimal 70 persen dari kapasitas bus.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, usai memimpin rapat evaluasi new normal, di aula Hotel Pantai Indah Timur Pangandaran, Senin (29/6/2020).

Jeje juga menyampaikan bahwa dari 11 orang yang fositif Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, 9 orang diantaranya adalah pemudik.

“Itulah alasan mengapa saya sangat ketat dalam pemeriksaan rapid test di perbatasan. Diperlukan kehati-hatian yang ekstra dari pemudik, terutama yang berasal dari zona merah,” kata Jeje.

Ketatnya aturan tersebut, lanjut Jeje, karena pemerintah ingin melindungi seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Lebih lanjut dikatakan, dari evaluasi ini, pemerintah setuju jika wisatawan khususnya dari Jawa Barat tidak perlu menjalani rapid test.

“Rombongan juga boleh masuk namun hanya boleh diisi 70 persen dari kapasitas bus,” tegasnya.

Kemudian lanjut Jeje, pelayananan bus AKAP dan AKDP segera beroperasi kembali.

“Sama juga aturannya, harus mematuhi protokol kesehatan dan kapasitas penumpang maksimal 70 persen. Mereka juga nantinya dicatat berasal dari mana dan dilakukan  oleh Tim Gugus Tugas COVID-19,” terangnya.

Karena, kata Jeje, Tim Gugus Tugas tingkat desa pun diminta mengawasi pemudik untuk menjalani isolasi mandiri di kampungnya masing-masing.

“Keputusan bersama itu semua akan dilihat dalam dua minggu ke depan, tanggal 1 Juli sudah mulai berjalan,” paparnya.

Selain itu, Pemerintah juga menyutujui pesta hajatan. Dengan ketentuan penyelenggara hajatan sanggup untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan dan beberapa aturan lainnya sebagai upaya preventif pencegahan penyebaran Covid-19. (SP/Iwan Mulyadi)***

Leave a Reply