Gemamitra.com
Pagi tadi penulis sudah di buat penasaran oleh salah seorang siswa kelas VI SDN 2 Pengadilan yang tanpa sengaja hasil bacaannya diminta untuk dipresentasikan.

Hasil presentasinya membuat penulis tertarik untuk membacanya karena sarat akan isi dan pesan moral dari buku tersebut.

Buku tersebut merupakan bacaan anak tentang Mengenal 25 Nabi dan Rasul Utusan Allah serial ke 13 yang berjudul NABI DZULKIFLI AS. Berani Memikul Tanggung Jawab

Alhasil malam minggu ceriapun dihabiskan untuk “ngaderes” buku tersebut sampai khatam.

Buku tersebut berkisah tentang perjalanan Nabi Dzulkifli AS. yang berperan ganda selama hidupnya. Yaitu sebagai seorang Nabi sekaligus pemimpin Negara (Raja).

Nabi Dzulkifli AS merupakan putra dari Nabi Ayyub AS yang terkenal dengan ketabahannya. Nabi Dzulkifli AS sebenarnya bernama Basyar bin Ayyub.

Adapun Nama Dzulkifli sebenarnya adalah pemberian dari orang-orang (rakyat) yang dipimpinnya, karena keberanian akan memikul tanggung jawab yang besar sebagai raja.

Dzulkifli muda sudah menampakan kedewasaan dan sikap sabarnya sejak awal. ini tidak terlepas dari peran serta pendidikan dan teladan dari orang tuanya yg telah berhasil mewariskan sifat-sifat baik kepada anaknya.

Singkat cerita menjelang dirinya menjabat sebagai seorang raja, berkuasalah raja yang sudah tua, tubuhnya sudah ringkih dan sakit-sakitan. Namun sayangnya ia tidaklah mempunyai keturunan.

Raja tua sudah menyadari sudah saatnya ia mengundurkan diri dari jabatannya karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan lagi. Selain itu, ia pun berkeinginan untuk menghabiskan waktunya beribadah sebelum ajal menjemput.

Raja tua merupakan orang yang sangat jujur dan bijaksana. Ia telah berhasil mempersatukan bangsa dan memajukan rakyatnya.

Rakyat di buat kaget, gelisah dan rasa cemas yang berkepanjangan ketika mendengar pemunduran diri dari seorang raja tua. Rasa kaget, gelisah, dan cemas dari rakyat sangat beralasan karena khawatir akhlak, sifat, dan sikap pengganti raja bertolak belakang dengan raja sebelumnya.

Namun raja tua meyakinkan hati rakyat-rakyatnya bahwa calon raja yang akan menggantinya adalah seorang yang taat beribadah kepada Allah, adil dan bijaksana.

Tiba saatnya pemilihan raja pun dimulai. Semua tamu undangan, dan para tokoh pun hadir untuk menyaksikan pemilihan raja tersebut.

Raja tua berpesan bahwa yang berhak untuk menjadi seorang raja adalah dia yang mampu melaksanakan 3 persyaratan utama. Yaitu: Pertama, puasa di siang hari. Kedua, sholat malam. Ketiga, tidak boleh marah. Semua syarat dilaksanakan terus menerus

Akhirnya, Nabi Dzulkifli dengan lantang siap menerima tawaran tersebut sebagai raja, disaat semua orang pesimis tidak ada yang sanggup menjalankan ketiga syarat tersebut.

Benar saja, ketiga syarat tersebut Nabi Dzulkifli laksanakan setiap waktu dengan ikhlas meskipun menyadari bahwa tidak mudah menjalankan peran ganda. Ya, sebagai Nabi utusan Allah yang harus terus berdakwah kepada masyarakat, sekaligus sebagai raja yang harus melindungi rakyatnya.

Kinerja Dzulkifli tidak lah selalu berjalan mulus, dikarenakan adanya orang-orang yang iri akan keberhasilan Raja Dzulkifli dalam menjalankan roda pemerintahan untuk mensejahterakan rakyat.

Namun setiap usaha dari orang-orang iri tidak pernah berhasil. Sampai pada puncaknya iblis pun turun tangan untuk menghancurkan Nabi Dzulkifli dengan berbagai tipu muslihat menghasut rakyat pun Nabi Dzulkifli.

Lagi-lagi iblis dipermalukan karena tidak berhasil mengalahkan Nabi Dzulkifli, yang ada masyarakat semakin mencintai dan menghormati akan keberhasilan raja sekaligus Nabi Dzulkifli yang telah berhasil membuat masyarakat semakin kuat iman dan sejahtera.

Akhir cerita buku ini sangatlah bagus untuk dijadikan referensi kepada berbagai kalangan, profesi, dan usia tidak mesti oleh anak-anak saja.

Hikmah dari cerita tersebut diantaranya: orang tua yang sukses lahir batin adalah orang tua yang mampu mewariskan hal-hal yang baik kepada anaknya, percaya diri untuk meyakini bahwa mengajukan diri lebih baik dari pada diajukan, syarat menjadi seorang pemimpin sangatlah berat, amanah terhadap janji, pemimpin adalah melayani dan bukan dilayani, menjalani semuanya dengan penuh keikhlasan dan menghindari keragu-raguan, hindari penyakit berbahaya (takut mati), segala sesuatu tidak lupa akan meminta pertolongan kepada Allah SWT

Oleh: Ibud.