Oleh: Mulatsih Sri Utami, S.Pt, MM.Pd Ketua Himpaudi Kabupaten Tasikmalaya / Kepala PAUD Terpadu Bunda Tami Singaparna.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak siap memasuki pendidikan lebih lanjut. (UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003). 

Usia dini merupakan usia keemasan perkembangan otak (Golden Age). Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi saat ini merupakan pondasi sampai kelak anak dewasa. Pendidikan adalah  proses merangkai sel otak, hal itu berdasarkan penelitian para ahli neurologi yang menyebut bahwa setiap anak yang dilahirkan memiliki ratusan milyar sel otak yang siap membuat sambungan antar sel.

 Stimulasi yang baik dan tepat yang diperoleh oleh anak akan mampu membuat jaringan koneksi mencapai ribuan trilyun. Jumlah ini 2 kali lipat dari yang dimiliki oleh orang dewasa.  Sekitar 50 persen kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80 persen telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik puncak 100 persen ketika berusia 8 sampai 18 tahun.  

Pada masa usia dini yang sedang berkembang pesat adalah otak kanan. Otak kanan adalah otak kreativitas, daya cipta, empati dan seni. Ciri otak kanan adalah imaginasi yang tinggi, belajar dari global ke detail, membaca menyeluruh dan bermakna,  menyukai gambar atau grafik, cenderung kinestetik/ melakukan aktivitas, dan melibatkan emosi.

Berdasarkan hal ini bermain adalah cara yang paling tepat dalam pembelajaran anak usia dini. Bermain adalah dunia anak, bagi anak bermain adalah belajar, bagi anak bermain adalah bekerja, bagi anak bermain adalah segalanya. Anak belajar melalui seluruh indera yang dimiliki dengan cara bermain dan kegiatan lain yang menyenangkan untuk mengeksplorasi dan bereksperimen tentang lingkunganya.

 Anak belajar dengan baik dalam suasana yang menyenangkan. Saat menyenangkan syaraf otak terbuka dan siap menerima hal – hal yang baru, anak belajar dengan cara melakukan sesuatu, anak belajar dengan optimal bila menggunakan seluruh panca inderanya.  Hasil belajar anak akan lebih optimal bila anak diberi kesempatan untuk melakukan secara berulang-ulang dan teratur. 

Pemerintah sekarang mencanangkan PAUD Holistik Integratif, artinya pendidikan anak usia dini harus menyeluruh dan saling berkesinambungan antara pendidikan, gizi, kesehatan, pengasuhan dan perlindungan.  Artinya dalam menstimulasi tumbuh kembang anak secara optimal maka anak anak harus terkembangkan seluruh aspek meliputi aspek nilai agama moral, social emosional, fisik motoric, kognitif, bahasa dan seni. 

Seimbang antara sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Selain itu juga pola asuh yang baik dan satu visi antara di sekolah dengan di rumah, gizi baik yang seimbang sangat diperlukan anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya, kesehatan anak harus terjaga dengan baik agar tidak ada keterlambatan terutama dalam pertumbuhannya, perlindungan anak dari kekerasan fisik, kekerasan verbal maupun kekerasan seksual.  

Ironinya banyak ditemui PAUD yang hanya fokus pada aspek kognitif dalam hal ini membaca, menulis, berhitung (calistung) yang disampaikan secara formal dan tidak sesuai dengan kebutuhan otak kanan, mengabaikan tahapan perkembangan  anak dan tidak membangun karakter. 

PAUD yang tidak berkualitas justru dapat merugikan anak karena akan terbawa sampai dewasa. Konsep dasar calistung seharusnya diberikan kepada anak dalam suasana bermain yang menyenangkan, sehingga menjadi pengalaman anak yang bermakna dan membekas dan dapat menstimulasi aspek perkembangan yang lain dan membangun karakter anak . 

Pendidikan Karakter  sangat diperlukan dalam mempersiapakan anak menghadapi tantangan abad 21.   Diperlukan generasi yang memiliki 4 C  (Critical Thinking, Creative, Colaborative, Comunicative) dibalut pengendalian diri yang kuat dan jiwa yang sehat agar dapat menjadi pelaku di jamannya nanti. Bukan hanya sekedar menjadi penonton. 

Pengendalian diri itu adalah akhlakul karimah atau karakter yang baik. Sedangkan jiwa yang sehat sangat dipengaruhi  pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang dipenuhi cinta, kasih sayang, dihargai, aman, semangat, ceria, percaya diri juga bahagia.  Iklim sekolah yang penuh keteladanan cinta dan ramah anak akan memberikan emosi positif yang menghasilkan hormone-hormon cinta penguat otak. Sedangkan pembelajaran yang tidak menyenangkan akan membuat anak tertekan, cemas, ketakutan, tidak bahagia akan menghasilkan hormone-hormon racun bagi otak dan membunuh sel-sel memori.

Masa usia dini akan menjadi pondasi karakter seumur hidup manusia. Untuk itu pembelajaran anak usia dini harus menyenangkan. Kebahagiaan masa kecil ini akan berdampak permanen ketika anak dewasa.  Pembelajaran berbasis karakter harus dilakukan sesuai tahapan perkembangan anak dan membangun seluruh potensi anak. Karakter menstimulasi lingkup perkembangan nilai agama dan moral anak, social emosional, terintegrasi dengan  lingkup perkembangan bahasa (memahami bahasa, mengungkapkan bahasa verbal/bicara), kognitif (problem solving, berfikir logis, berfikir simbolis/ huruf, angka), motorik (motorik halus, motoric kasar, kesehatan dan perilaku keselamatan ), dan seni (gerak , musik, suara, gambar ). 

Membangun karakter di PAUD melalui pembiasaan dilakukan melalui  beberapa tahap yaitu knowing the good (mengenal nilai – nilai kebaikan), feeling the good (merasakan nilai-nilai kebaikan dan bisa membedakan kebaikan dengan yang tidak baik) dan acting the good (terbiasa melakukan kebaikan).

Pendidikan karakter di PAUD  diintegrasikan di dalam kurikulum 2013 PAUD yang harus dikembangkan  menjadi kurikulum operasional tingkat satuan lembaga sesuai dengan karakteristik lembaga masing-masing sehingga dapat diimplementasikan dengan baik.  Pendidikan karakter yang dilaksanakan sehari hari  adalah bagian dari pembelajaran PAUD yang berkualitas.

Pendidikan usia dini adalah investasi masa depan. Bagaikan menanam pohon jati, hasil pendidikan usia dini hari ini akan dapat dirasakan hasilnya 10-15 tahun yang akan datang. Semoga dengan gerakan PAUD yang berkualitas, maka masa depan bangsa Indonesia akan lebih gemilang, dan menjadi kado terindah di tahun 2045 pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.***