Tips & Trick Mengemas Waktu Libur

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Selamat siang semuanya. Kegiatan persekolahan sejatinya telah mengalami masa reses. Mengingat akhir semester 1 telah berakhir.

Betapa tidak hatipun kian dirundung senang tanpa karuan karena liburan sudah siap menanti dan menyapa kita.

Segudang rencanapun dengan cekatan dibuat. Tujuannya waktu libur bisa terpuaskan dan mampu menambah semarak dalam melukis hati dan pikiran dihari nanti, dan tidak lupa sebagai bahan cerita terhadap seluruh saudara, handai taulan ataupun teman.

Tentu yang bisa menunaikan seluruh schedule tentang pengisi liburan kita patut bersyukur dan bergembira. Kalaupun tidak jangan sampai membuat diri “minder” sampai terlucuti harga diri karena semuanya bukan hal kewajiban yang harus dilaksanakan bahkan tidakpun bukanlah hal yang “haram” atau “berdosa”.

Sajatinya liburan ataupun tidak tergantung kita yang mendefinisikan, karena ada anggapan yang pergi ke suatu tempat itu di sebut berlibur, sedangkan yang tidak itu dikatakan tidak berlibur. Padahal liburan bisa dikatakan pergi ataupun tidak tergantung cara kita mengemasnya.

Seperti beberapa hal di bawah ini yang dianggap tidak berlibur padahal sejatinya berlibur meskipun tanpa mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Seperti :
1. Menyempatkan bersyukur akan karunia yang telah diberikan oleh-Nya.
2. Baca-baca buku untuk menjelajah dunia dan merelaksasi otak.
3. Bersih-bersih rumah untuk menambah semangat dan mempersiapkan dalam rangka menunjang kerja kita ke depan. Selain itu dapat membantu meringankan kerja orang tua serta berolahraga kecil serta mempererat rasa kasih sayang bersama keluarga.
4. Menyempatkan waktu olah raga yang lebih teratur.
5. Menghabiskan waktu untuk bercengkrama bersama keluarga.
6. Makan bersama keluarga yang lebih intensif.
7. Menonton film bareng bersama keluarga.
8. Bermain nuansa educasi bersama keluarga

Semuanya itu sejatinya sangat lah murah namun penuh makna dan menyimpan kesan serta pesan yang sangat dalam.

Tentunya ini bukan dalil bagi orang yang tidak “bisa berlibur” karena kekurangan keuangan. Namun selayaknya kita lebih memprioritaskan kebutuhan utama dibanding yang lain. Selain itu kita terhindar dari sifat dan sikap konsumtif.

Semoga***

Selamat berlibur dan menikmati hari liburnya dari kami generasi optimis

Oleh : Ibud

Leave a Reply