Tasikmalaya, Gemamitra.com – Seperempat abad perjalanan Kota Tasikmalaya menjadi momentum penting untuk mengevaluasi arah pembangunan daerah. Di tengah berbagai capaian yang patut diapresiasi, pekerjaan rumah pemerintah kota masih menanti penyelesaian, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, hingga penguatan komunikasi antara eksekutif dan legislatif.
Sejumlah catatan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya Tahun 2026. Jajaran pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya menilai, peringatan hari jadi tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi ruang refleksi untuk memastikan pembangunan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa usia ke-25 merupakan fase penting bagi Kota Tasikmalaya untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pembangunan.
Menurutnya, sejumlah capaian pemerintah daerah layak diapresiasi, di antaranya penurunan angka kemiskinan dan kondisi inflasi yang terkendali. Selain itu, posisi Kota Tasikmalaya sebagai pusat aktivitas dan berbagai kegiatan di wilayah Priangan Timur menjadi potensi yang perlu terus dikembangkan.
Meski demikian, Aslim mengingatkan pentingnya membangun koordinasi yang lebih intensif di antara organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kota, dan DPRD.
Ia menilai, komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Tanpa koordinasi yang kuat, program pemerintah berisiko tidak berjalan optimal dan aspirasi masyarakat sulit ditindaklanjuti secara maksimal.
“Perkuat koordinasi antara sesama OPD. Harus intens berkoordinasi dengan baik, termasuk koordinasi dengan DPRD. Selama koordinasi dibangun dengan baik, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” tegas Aslim.
Ia berharap, momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan pembangunan yang lebih baik.
Infrastruktur dan PAD Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Sorotan terhadap pembangunan juga disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata, S.Pd., M.Si. Ia mengapresiasi berbagai keberhasilan pembangunan yang telah dicapai selama 25 tahun perjalanan Kota Tasikmalaya, baik pada masa pemerintahan sebelumnya maupun kepemimpinan saat ini.
Namun, menurutnya, upaya pembangunan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam penyediaan infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai.
Pembangunan, kata dia, harus terus didorong agar kemajuan kota tidak hanya terlihat dari capaian administratif, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui fasilitas publik yang lebih baik dan merata.
Di sisi lain, persoalan PAD menjadi perhatian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan. Kemampuan pemerintah daerah menggali potensi pendapatan secara optimal akan berpengaruh terhadap ruang fiskal untuk membiayai berbagai program prioritas.
Karena itu, dibutuhkan langkah konkret, perencanaan yang matang, serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghambat peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Momentum Perubahan, Bukan Sekadar Seremoni
Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya seharusnya menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Optimalisasi PAD, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta pembenahan komunikasi antarlembaga merupakan sejumlah agenda yang membutuhkan perhatian serius dan tindak lanjut terukur.
Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Candra dihadapkan pada tantangan untuk memastikan berbagai program pembangunan berjalan efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi warga.
Sementara itu, DPRD memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan penyaluran aspirasi masyarakat agar kebijakan yang diambil tetap berpijak pada kebutuhan publik.
Dengan memperkuat kolaborasi dan membuka ruang komunikasi yang lebih efektif, usia ke-25 Kota Tasikmalaya diharapkan tidak hanya menjadi catatan perjalanan sejarah, tetapi juga momentum untuk mempercepat pembenahan dan mewujudkan kota yang semakin maju, sejahtera, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.**


















