Puluhan Guru PAUD di Singajaya Garut Ikuti Pelatihan Pembuatan Buku Cerita Anak Berbasis AI

Garut – Gemamitra.com | Sebanyak 56 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (Kober) di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, mengikuti pelatihan pembuatan buku cerita anak berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Komunitas Ngejah, Minggu (14/6/2026). Kegiatan berlangsung di Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Pelatihan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan para pendidik dalam menyusun bahan bacaan yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan memanfaatkan teknologi AI, para guru didorong untuk mampu membuat buku cerita anak secara mandiri dengan proses yang lebih mudah dan efisien.

Bacaan Lainnya

Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung tumbuhnya minat baca anak sejak usia dini. Pasalnya, salah satu tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah masih rendahnya budaya literasi di kalangan anak-anak.

Ketertarikan anak terhadap buku sering kali dipengaruhi oleh tampilan visual yang kurang menarik. Karena itu, pemanfaatan teknologi AI dalam pembuatan ilustrasi buku cerita dinilai dapat menjadi solusi untuk menghadirkan bahan bacaan yang lebih menarik dan dekat dengan dunia anak.

Perwakilan Komunitas Ngejah, Roni Nuroni, S.T., mengatakan bahwa perkembangan teknologi seharusnya menjadi peluang bagi para pendidik untuk terus berkarya dan berinovasi.

“Tidak ada alasan bagi kita sebagai pengajar untuk mengeluh dalam membuat karya. Saat ini kita hidup di era teknologi yang sangat canggih. Berbagai kebutuhan, termasuk pembuatan buku cerita anak, dapat diakses dan dikerjakan dengan lebih mudah. Mudah-mudahan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Menurut Roni, proses pembuatan buku cerita yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam, bahkan satu hari.

“Teknologi AI tidak hanya membantu menghasilkan buku cerita yang menarik dan kreatif, tetapi juga mampu menghemat waktu dalam proses pembuatannya,” tambahnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diawali dengan sesi pematerian mengenai konsep dasar pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Peserta diperkenalkan pada berbagai tahapan pembuatan buku cerita, mulai dari penyusunan ide cerita, pembuatan ilustrasi, hingga penyusunan buku dalam format digital.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Ibu Apsoh, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut.

“Kegiatan ini sangat menyenangkan. Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman. Awalnya saya merasa kurang memahami teknologi, tetapi sekarang sudah memiliki gambaran tentang cara membuat buku cerita dengan bantuan AI. Walaupun belum sepenuhnya memahami, setidaknya sudah ada bekal pengetahuan untuk terus belajar,” tuturnya.

Pada sesi akhir, para peserta mengikuti praktik langsung pembuatan buku cerita anak berbasis AI yang didampingi oleh mahasiswa dan tim fasilitator. Berbagai platform dan aplikasi kecerdasan buatan diperkenalkan untuk membantu proses penyusunan cerita dan ilustrasi yang sesuai dengan karakter anak usia dini.

Melalui pelatihan ini, Komunitas Ngejah berharap para guru PAUD mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk menciptakan bahan ajar yang inovatif sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini. Kehadiran buku cerita yang menarik diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak untuk semakin mencintai literasi dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *