KLU.gemamitra.com | Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui pemenuhan 24 indikator KLA Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Sosial PPA mengadakan Rapat Kerja pembahasan matriks Penanggung Jawab KLA.
Acara yang dibuka langsung Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto, ST., M. Eng itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Lombok Utara Mariadi, S.Ag, Ketua TP PKK Dra. Hj. Galuh Nurdiyah, segenap pimpinan OPD, dan beberapa perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Pada sambutannya, Danny menyebut KLA sebagai sistem pembangunan kabupaten yang mengintegrasikan sumber daya pemerintah, masyarakat, keluarga dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh serta berkelanjutan dengan kebijakan program kegiatan yang memenuhi hak-hak anak.
“Untuk mencapainya, maka perwujudan KLA menjadi tanggung jawab kolektif kita bersama. Baik pemerintah, masyarakat dan seluruh kita semua yang hadir hari ini,” imbuhnya.
Danny menuturkan, perlu kesadaran bersama bahwa anak merupakan investasi masa depan sehingga apresiasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat termasuk DPRD Kabupaten Lombok Utara dibutuhkan.
Secara prinsip, pengembangan KLA bertujuan melahirkan inisiatif pemerintah daerah.
“Ada beberapa indikator yang kita persiapkan dalam rangka menuju Lombok Utara menjadi KLA antara lain kelembagaan, indikator layak anak serta kesiapan desa dan kecamatan,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Danny, penting untuk fokus pada penyelesaian persoalan sosial anak, penyandang disabilitas, anak-anak terisolir serta perlindungan anak dari perdagangan dan eksploitasi.
Sementara Ketua TP PKK Lombok Utara Dra. Hj. Galuh Nurdiyah mengatakan, bahwa kegiatan KLA memiliki makna yang baik dalam investasi masa depan anak di Lombok Utara. Pihaknya berterima kasih sekaligus menyambut baik, rapat kerja pembahasan indikator KLA.
Lebih lanjut disampaikan, PKK mempunyai 10 program pokok salah satunya pembinaan keluarga, tempat pengasuhan pertama dimulai. Keluarga berperan menentukan baik buruknya karakter anak. Melalui pembinaan keluarga diharapkan muncul kesadaran orang tua bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak-anaknya.
“Mari menyatukan persepsi bersama, menyinergikan program atau kegiatan dalam mengukuhkan Lombok Utara menjadi Kabupaten Layak Anak. Perlu kerja keras kita bersama mewujudkannya,” tuturnya.
Sementara itu, Kapala Dinas Sosial Faisol, M. Si menyatakan sepertiga total penduduk Lombok Utara adalah anak-anak yang nantinya melanjutkan tongkat estafet membangun KLU.
“Beberapa hal yang sudah dilakukan semenjak KLA ada di Lombok Utara. Diantaranya, membentuk gugus tugas penetapan fasiltator KLA, Forum Anak Kabupaten, pemantapan pelaksanaan Perda KLA serta pelatihan-pelatihan dan sosialisasi,” ujarnya. (Ast)***


















